Sederhana dan Hemat

Islam mengajarkan sikap pertengahan dalam segala perkara, begitu juga dalam mengeluarkan harta, yaitu tidak berlebihan dan tidak pula kikir.

Sikap berlebihan adalah sikap hidup yang merusak jiwa, harta, dan masyarakat, sementara kikir adalah sikap hidup yang dapat menahan dan membekukan harta.

ALLAH SWT berfirman :

229982_10150979554433847_998083379_n

Oleh karena itu, diwajibkan kepada para muslimin untuk bersikap pertengahan dalam membelanjakan harta dan menjauhi sifat kikir.

Hal ini diperkuat dengan sabda Rasulullah SAW :

“ALLAH akan memberikan rahmat kepada seseorang yang berusaha dari yang baik, membelanjakan dengan pertengahan, dan dapat menyisihkan kelebihan untuk menjaga pada hari dia miskin dan membutuhkannya. (HR. Ahmad).

Hemat tidak sama dengan pelit, sederhana tidak berarti menderita. Membelanjakan harta secara sederhana berarti membelanjakan harta sesuai dengan kebutuhan, tidak berlebihan (boros) namun tidak pelit.

Sikap ini bersifat relatif, tidak sama antara satu orang dengan orang lain karena kebutuhan setiap orang berbeda-beda. Misalnya mobil kijang merupakan barang yang sederhana bagi seorang ketua MPR, namun bagi seorang pegawai rendahan bisa menjadi benda yang sangat mewah dan berlebihan.

Begitu juga dengan communicator atau PDA Phone, bagi seorang eksekutif yang setiap hari harus berhubungan dengan dunia internet merupakan hal yang wajar.

Namun bagi seorang remaja yang masih gaptek dan hanya membeli HP untuk keperluan nelpon dan SMS maka PDA phone merupakan benda yang sangat mewah.

Intinya sederhana atau mewah tidak terletak pada mahalnya harga suatu barang, namun pada siapa pemiliknya dan apa kebutuhannya.

Permanent link to this article: http://berilmu.com/blog/sederhana-dan-hemat/

Leave a Reply

Your email address will not be published.