DOA Tentang Ujian dan Cobaan

Ada doa yg biasa aku ucapkan spt ini :

“Ya ALLAH Jangan kau ringankan bebanku ya ALLAH, tetapi tambahlah kepadaku Ilmu,kemampuanku dan Seluruhnya yang ada Pada MU ya ALLAH, agar Ilmu, Kemampuanku dan seluruhnya dari-MU ITU itu bisa membuat beban beratku ini menjadi Ringan, tapi bila kau ringankan beban ini juga tidak mengapa ya ALLAH yang penting niatku hanya untuk ALLAH SWT semata.”

Ayat dan haditsnya Insya ALLAH nanti kalau dah senggang di isi semua disini.

Esensinya begini ALLAH memberikan kita Ujian dan Cobaan agar kemampuan kita bertambah, bila kita minta diringankan maka kemampuan kita bertambahnya mungkin sedikit, bisa juga tidak bertambah.

Dan terkesan tidak IKHLAS di beri cobaan dan ujian oleh ALLAH, sebenarnya saya pribadi takut menolak apa2 yg sudah di berikan cobaan dan ujian dari ALLAH SWT, oleh karena takut tidak ikhlas menerimanya maka doanya di ganti jadi minta di TAMBAH kemampuan memikul ujian dan cobaan, bukan minta di ringankan.

semoga bermanfaat.

waallahu a’lam bishawab.

 

Lihatlah Doa di dalam Al-Qur’an di bawah ini, (QS.2:156)

156. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”[101].

[101]. Artinya: Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali. Kalimat ini dinamakan kalimat istirjaa (pernyataan kembali kepada Allah). Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil.

Doa ini ketika Ummu Salamah ditinggal Almarhum suaminya Abu Salamah yang sangat di cintainya dan ketika itu ummu salamah berdoa kepada ALLAH SWT agar mengganti nya dengan yang lebih baik, dan ALLAH SWT mengabulkan penggantinya yaitu Rasullah SAW sebagai Suaminya.

 

HADIST HADIST Tentang UJIAN DAN COBAAN
  1. Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla bila menyenangi suatu kaum Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah. (HR. Tirmidzi)
  2. Tiada seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa. (HR. Bukhari)
  3. Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berat ujian dan cobaannya?” Nabi Saw menjawab, “Para nabi kemudian yang meniru (menyerupai) mereka dan yang meniru (menyerupai) mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamnya tipis (lemah) dia diuji sesuai dengan itu (ringan) dan bila imannya kokoh dia diuji sesuai itu (keras). Seorang diuji terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa. (HR. Bukhari)
  4. Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan baginya maka dia diuji (dicoba dengan suatu musibah). (HR. Bukhari)
  5. Seorang hamba memiliki suatu derajat di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan amal-amal kebaikannya maka Allah menguji dan mencobanya agar dia mencapai derajat itu. (HR. Ath-Thabrani)
  6. Apabila Allah menyenangi hamba maka dia diuji agar Allah mendengar permohonannya (kerendahan dirinya). (HR. Al-Baihaqi)
  7. Apabila Aku menguji hambaKu dengan membutakan kedua matanya dan dia bersabar maka Aku ganti kedua matanya dengan surga. (HR. Ahmad)
  8. Tiada seorang mukmin ditimpa rasa sakit, kelelahan (kepayahan), diserang penyakit atau kesedihan (kesusahan) sampai pun duri yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya. (HR. Bukhari)
  9. Seorang mukmin meskipun dia masuk ke dalam lobang biawak, Allah akan menentukan baginya orang yang mengganggunya. (HR. Al Bazzaar)
  10. Tidak semestinya seorang muslim menghina dirinya. Para sahabat bertanya, “Bagaimana menghina dirinya itu, ya Rasulullah?” Nabi Saw menjawab, “Melibatkan diri dalam ujian dan cobaan yang dia tak tahan menderitanya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
  11. Bukanlah dari (golongan) kami orang yang menampar-nampar pipinya dan merobek-robek bajunya apalagi berdoa dengan doa-doa jahiliyah. (HR. Bukhari) Penjelasan: Dilakukan pada saat kematian anggota keluarga pada jaman jahiliyah.
  12. Allah menguji hambaNya dengan menimpakan musibah sebagaimana seorang menguji kemurnian emas dengan api (pembakaran). Ada yang ke luar emas murni. Itulah yang dilindungi Allah dari keragu-raguan. Ada juga yang kurang dari itu (mutunya) dan itulah yang selalu ragu. Ada yang ke luar seperti emas hitam dan itu yang memang ditimpa fitnah (musibah). (HR. Ath-Thabrani)
  13. Salah seorang dari mereka lebih senang mengalami ujian dan cobaan daripada seorang dari kamu (senang) menerima pemberian. (HR. Abu Ya’la)
  14. Sesungguhnya Allah Azza Wajalla menguji hambanya dalam rezeki yang diberikan Allah kepadanya. Kalau dia ridho dengan bagian yang diterimanya maka Allah akan memberkahinya dan meluaskan pemberianNya. Kalau dia tidak ridho dengan pemberianNya maka Allah tidak akan memberinya berkah. (HR. Ahmad)
  15. Barangsiapa ditimpa musibah dalam hartanya atau pada dirinya lalu dirahasiakannya dan tidak dikeluhkannya kepada siapapun maka menjadi hak atas Allah untuk mengampuninya. (HR. Ath-Thabrani)
  16. Bencana yang paling payah ialah bila kamu membutuhkan apa yang ada di tangan orang lain dan kamu ditolak (pemberiannya). (HR. Ad-Dailami)
  17. Barangsiapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, dizalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu beristighfar maka bagi mereka keselamatan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh hidayah. (HR. Al-Baihaqi)
Untuk Lebih dalam lagi dan mempelajari ayat ayat Al-Qur’an tentang Musibah / Ujian dan Cobaan bisa di coba di sini Berilmu Al-Qur’an setelah itu masukkan kata kunci spasi musibah spasi atau spasi ujian spasi atau spasi cobaan spasi.
ingat kasih tulisan spasi sebelum dan sesudah kata yang di cari.
Dan disana kita bisa cari kata2 di dalam Al-Qur’an semua yang kita mau.


Permanent link to this article: http://berilmu.com/blog/doa-tentang-ujian-dan-cobaan/

Leave a Reply

Your email address will not be published.