Apakah perlu operasi Amandel?

“wah anak-ku kena amandel” kata Ibu Herni. “Kata-nya besok harus operasi!, bagaimana ini??”

Kasus dan cerita di atas cukup sering di temui sehari-hari. Pada dasarnya sakit amandel atau secara mendis dikenal dengan istilah radang amandel atau tonsilitis adalah termasuk kasus Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA). Dan kasus ISPA di Indonesia termasuk tinggi, karena iklim tropis serta kondisi udara yang panas dan berdebu.
Assalamu'alaikum, Welcome to PutoZone, Toko Online Serba Murah, terima kasih sudah berkunjung di Berilmu.com

Istilah penyakit amandel sebenarnya kurang tepat, karena amandel sendiri bukanlah nama suatu penyakit. Amandel sendiri adalah organ kelenjar getah bening yang terdapat di pangkal tenggorokan. Fungsi dari amandel adalah sebagai bagian dari sistem kekebalan yang menjaga tubuh terhadap infeksi, khususnya infeksi saluran nafas atas dan faring.

Pada saat ada kuman atau virus atau zat asing lainnya masuk, amandel bertugas untuk melindungi tubuh dengan sel makrofak yang dimiliki. Amandel juga memiliki zat yang disebut limpofit yang berfungsi untuk membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh. Jika ada kuman atau bakteri yang lolos masuk ke dalam rongga mulut maka amandel akan menjadi infeksi dan membengkak. Tanda aktifnya adalah pembesaran, warna merah, seringkali disertai demam dan rasa sakit.

Dalam kasus sakit amandel pada anak, orang tua sebenarnya tidak perlu terlalu gelisah. Penting untuk selalu menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh anak saja. Hindari konsumsi air dingin, makanan dan minuman yang terlalu keras sifat dan aromanya terlalu merangsang. Minum air hangat tiap pagi juga dapat membantu mempercepat sembuhnya amandel dari peradangan atau sakit amandel.

Operasi Amandel

Pada dasarnya tindakan operasi amandel hanya dilakukan pada kondisi darurat saja. Berikut beberapa kriteria yang mengharuskan organ amandel dioperasi :

  1. Terjadi sumbatan jalan napas, sulit menelan
  2. Terjadi gangguan tidur (sleep apnea)
  3. Menyebabkan komplikasi jantung dan paru-paru (akibat infeksi bakteri streptococcus).
  4. Ada bisul ukuran besar di daerah sekitar tonsil yang tidak bisa diobati dengan pengobatan atau drainage
  5. Peradangan tonsil yang mencetuskan kejang demam yang terjadi berulang 5-7x dalam satu tahun

Jika kondisi diatas masih belum terjadi, sebaiknya dapat dihindari tindakan operasi karena fungsi amandel sangat penting khususnya untuk anak yang berusia di bawah 10 tahun sebagai daya tahan tubuh-nya. Beberapa kasus dan studi menunjukkan tidak ada peningkatan perbaikan setelah dilakukan tonsilektomi.

Amandel yang di kalangan tenaga medik dikenal sebagai tonsil, adalah sebuah kelenjar getah bening raksasa. Ia tumbuh normal di kanan kiri belakang mulut dan mencapai bentuk yang paling besar kira-kira menjelang masuk usia 14 tahun. Jadi, di usia bayi amandel belum kelihatan, di usia tua amandel cenderung mengecil.

Amandel bukan barang berhaya bagi tubuh, karena selalu ada pada setiap orang – hanya besarnya saja yang berbeda dari anak ke anak. Ada yang besar sekali hingga hampir menutup jalan keluar mulut dan menimbulkan gangguan pernapasan, ada yang sedang-sedang saja yang kemudian dapat mengecil dengan sendirinya.

Pada serangan virus atau bakteri (terutama yang menyerang saluran napas), amandel akan giat bekerja untuk membasmi kuman yang lalu lalang di sekitarnya. Amandel dapat meradang, nyeri dan mengeluarkan kotoran-kotoran. Bahkan kelenjar getah bening leher di dekatnya pun bisa ikut-ikutan meradang terutama bila ada serangan bakteri. Setelah selesai, amandel akan normal kembali. Saat meradang pemilik amandel bisa mengeluh sakit ketika menelan atau nyeri leher, panas, tenggorokan serasa kering.

operasi amandel

operasi amandel

Tidak selalu semua anak panas berarti amandelnya meradang. Dalam pelayanan yang serba cepat bisa jadi dokter kadang-kadang dapat menyebut radang tenggorokan / amandel ketika pasien panas, walaupun mungkin ia lihat tak ada apa-apa dengan amandelnya. Kasus ini mungkin untuk memudahkan persoalan hubungan komunikasi dokter-pasien yang kadang tidak dipahami oleh orang tua pasien. Tetapi ada baiknya sebagai orang tua memahami kondisi ini dengan sejelasnya, agar tidak terjadi salah paham di kemudian hari.

Perhatikan juga untuk selalu menjaga kebersihan mulut dengan gosok gigi atau kumur dengan antiseptik sehingga tidak menjadi sarang kuman. Operasi pengangkatan amandel tentu dengan pembiusan umum, perlu persiapan dengan pemeriksaan fisis dan laboratorium untuk memastikan keamanannya.

Setiap operasi tentu berpotensi menimbulkan penyulit medis, yang paling sering adalah perdarahan dan infeksi. Bahkan pembiusan pun ada penyulitnya. Kalaupun dirawat normalnya takkan lebih dari sehari. Tanyalah dan konsultasi ke dokter yang akan mengoperasi dengan detail.

Ada kriteria kapan amandel sebaiknya dibuang atau tidak, bergantung pada faktor pendukung atau penghambatnya. Pada dasarnya amandel sendiri harus dioperasi jika diperlukan dalam kondisi darurat seperti sleep apnea. Kalau amandel tenang-tenang saja dan tak membawa masalah tentu operasi tak perlu dilakukan.

Sumber : http://obatamandel.com/penyakit-amandel.html

Permanent link to this article: http://berilmu.com/blog/apakah-perlu-operasi-amandel/

Leave a Reply

Your email address will not be published.